Warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dibuat geger oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan praktik pengobatan tradisional.
Video tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai reaksi publik, mulai dari rasa penasaran hingga kritik keras, hingga akhirnya kasus ini ikut menjadi perhatian aparat kepolisian dan Majelis Ulama Indonesia setempat untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut. Simak selengkapnya hanya di Investigasi Kriminal Indonesia.
Fenomena Viral Yang Menghebohkan Warga Sinjai
Fenomena tak biasa terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, setelah sebuah video praktik pengobatan tradisional viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria yang disebut sebagai dukun terlihat melakukan ritual pengobatan dengan gerakan yang menyerupai gerakan salat, sambil membaca mantra dalam bahasa lokal.
Aksi tersebut sontak memicu perhatian publik karena dianggap tidak lazim dan menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet yang mempertanyakan metode pengobatan yang digunakan, sementara sebagian lainnya menilai hal tersebut sebagai bagian dari praktik pengobatan tradisional yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Video yang beredar luas itu kemudian menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Warga Sinjai sendiri mengaku terkejut karena praktik tersebut dilakukan secara terbuka dan direkam hingga akhirnya viral di internet.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Aksi Ritual Yang Direkam
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria bernama Risal berdiri di depan sebuah baskom berisi air. Ia kemudian melakukan gerakan yang menyerupai takbir, mengangkat tangan, lalu dilanjutkan dengan gerakan rukuk dan salam seperti dalam ibadah salat.
Sambil melakukan gerakan tersebut, Risal juga terus melafalkan mantra yang tidak diketahui secara jelas artinya oleh masyarakat umum. Aksi itu diduga dilakukan sebagai bagian dari metode pengobatan alternatif yang ia praktikkan kepada warga yang datang kepadanya.
Menurut informasi yang beredar, ritual tersebut tidak hanya dilakukan sekali, tetapi telah terjadi beberapa waktu sebelumnya di wilayah Desa Era Baru, Kabupaten Sinjai. Namun, baru menjadi sorotan setelah video tersebut tersebar luas di media sosial.
Baca Juga: Tragedi Asahan! Sejoli Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Polisi Turun Tangan
Respons Polisi Dan Majelis Ulama Indonesia
Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul, menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui video viral tersebut dan tengah melakukan pemantauan. Polisi juga berencana memanggil Risal untuk dimintai klarifikasi terkait aktivitas yang terekam dalam video tersebut.
“Kami akan melakukan monitoring dan pengawasan terkait video viral itu dan menjadwalkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” ujarnya kepada awak media. Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur pelanggaran hukum dalam praktik tersebut.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sinjai turut memberikan tanggapan keras. MUI menilai praktik tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat karena mencampurkan simbol keagamaan dengan mantra yang tidak sesuai adab berdoa.
Imbauan Kepada Masyarakat
Setelah video tersebut viral, Risal akhirnya memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengakui bahwa praktik yang dilakukannya menimbulkan kegaduhan dan menyesali tindakannya yang telah direkam dan disebarluaskan.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan tidak berniat menyinggung pihak mana pun dan berjanji tidak akan mengulangi praktik serupa di kemudian hari. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video yang kemudian juga beredar di media sosial.
MUI Sinjai mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih metode pengobatan alternatif. Mereka menekankan pentingnya memastikan praktik yang digunakan tidak bertentangan dengan nilai agama maupun norma yang berlaku di masyarakat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com