Menko Zulhas banggakan Kopdes, sambil kritik praktik bohong dan korupsi yang dilakukan sebagian orang kaya di Indonesia.
Menko Zulhas menyoroti Kopdes sebagai kebanggaan masyarakat, sekaligus mengingatkan soal perilaku bohong dan korupsi yang marak terjadi di kalangan orang kaya. Pernyataan Berita dan Investigasi Kriminal Indonesia ini menjadi sorotan publik, menegaskan pentingnya integritas dan teladan nyata dalam dunia bisnis dan pemerintahan.
Kopdes Merah Putih, Penggerak Ekonomi Rakyat
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi rakyat di tingkat desa. Program ini memberi peluang bagi petani dan pelaku UMKM agar hasil produksinya terserap pasar.
Dalam rapat kerja wilayah Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammadiyah Jawa Timur di Smamda Tower Surabaya, Sabtu (14/2/2026), Zulhas menyampaikan bahwa tahun ini akan dibangun 30.000 Kopdes dari target 80.000 unit yang sudah direncanakan.
Kopdes berfungsi sebagai offtaker, membeli produk lokal seperti telur, ikan, beras, dan hasil UMKM desa lainnya. Dengan mekanisme ini, produk desa tidak lagi tergantung pada pedagang besar atau grosir, sehingga kesejahteraan petani meningkat secara nyata.
Integrasi Kopdes Dengan Satuan Pelayanan Gizi
Zulhas menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan mensuplai bahan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencakup 82,9 juta orang di Indonesia. Hal ini menciptakan distribusi pangan yang mandiri dan merata, sekaligus menjaga stabilitas harga.
Ia menekankan, SPPG dilarang membeli dari konglomerat atau pedagang besar. Jika melanggar, izin SPPG dapat dicabut, sehingga seluruh suplai harus berasal dari Kopdes yang membeli langsung dari petani lokal.
Sistem “close loop” ini memastikan ekonomi rakyat berjalan berkelanjutan. Produksi desa terserap pasar, harga stabil, dan petani memperoleh kepastian pendapatan, mengurangi praktik spekulasi yang merugikan.
Baca Juga: Wamendagri Minta Konflik Bupati-Wabup Jember Segera Berakhir Secara Elegan
Perlindungan Petani Dari Praktik Tidak Adil
Zulhas menilai bahwa sebagian konglomerat sering merugikan rakyat dengan praktik bohong, korupsi, dan pelanggaran izin usaha. Kebijakan Kopdes menjadi jawaban untuk menyeimbangkan pasar dan melindungi kepentingan petani.
Harga gabah kini Rp 6.500 per kilogram, jagung Rp 6.000, serta komoditas lain seperti telur, ayam, pisang, jeruk, sayur, dan beras laku terjual di pasar. Petani mendapatkan kepastian harga lebih adil dibanding kondisi sebelumnya.
Zulhas menegaskan, jika ada pihak yang membeli di bawah harga yang ditetapkan, pemerintah akan menindak tegas. Babinsa dilibatkan untuk menegakkan aturan, dan ganti rugi sepuluh kali lipat bisa diberikan bila diperlukan. Langkah ini menjaga kepastian bagi petani dan kelangsungan program Kopdes.
Dampak Positif Bagi Kesejahteraan Desa
Program Kopdes berdampak nyata pada ekonomi rakyat. Petani lebih dihargai, UMKM desa memiliki pasar tetap, dan masyarakat memperoleh pasokan pangan berkualitas dan stabil.
Zulhas menyebut ini sebagai bukti kader Muhammadiyah memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan sumber daya secara adil. Ekonomi rakyat kini berjalan mandiri tanpa terlalu bergantung pada konglomerat.
Selain meningkatkan pendapatan petani, Kopdes juga mendorong UMKM berkembang. Produk lokal yang sebelumnya sulit dipasarkan kini terserap dengan baik melalui jaringan Kopdes-SPPG, menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi desa dan masyarakat sekitarnya.
Tantangan Dan Strategi Pemerintah
Meski berhasil mendorong ekonomi rakyat, tantangan tetap ada. Tengkulak atau pihak yang melanggar aturan kadang masih mencoba membeli produk di bawah harga pasar, merusak stabilitas dan merugikan petani.
Zulhas menegaskan pemerintah akan terus melakukan pengawasan ketat, penindakan tegas, dan koordinasi Babinsa untuk menjaga harga dan kepastian bagi petani. Sistem ini memastikan distribusi pangan berjalan adil dan aman, sekaligus memberi efek jera bagi pihak nakal.
Lebih lanjut, Zulhas menekankan pentingnya kesadaran petani dan UMKM agar tetap patuh pada mekanisme Kopdes-SPPG. Ia berharap seluruh pihak di desa memahami peran mereka dalam menjaga keseimbangan ekonomi lokal, sehingga program Kopdes bisa menjadi model ekonomi desa yang efektif dan berkelanjutan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari voi.id